Saturday, November 26, 2011

Panaas..! Pengakuan Ikhlas Rakyat Indonesia Punca Bolasepak Indonesia Tewas Ditangan Harimau Malaya.....

"Sepulang dari kantor kemarin, saya menyaksikan suatu fenomena yang luar biasa, trotoar-trotoar jalan penuh oleh kendaraan bermotor yang diparkir. Si empunya motor asyik nglesot di lesehan pinggir jalan yang dipasang layar tancap.

Cafe-cafe penuh dan jalanan lenggang, Garuda muda akan melawan Harimau Malaya. Pertandingan sarat emosi, dendam kesumat dan kebencian. Teriakan-teriakan Malingsia dan Ganyang Malaysia bergema.

Warna merah mendominasi pandangan mata, di udara sangat terasa hawa keoptimisan bercampur kebencian pada negeri Jiran. Inilah final impian dimana mayoritas masyarakat Indonesia sangat ingin melihat pasukan Garuda Muda menjungkalkan Harimau Malaya.

Pertandingan pun berlangsung, decak kagum bergumam melihat kecepatan para pemain garuda muda khususnya para pemain-pemain dari pulau Papua. Dan gol cepat pun terjadi, suasana menjadi riuh rendah, teriakan gol bergaung, rasa puas merasuk ke jiwa penonton.

Lalu penantian gol kedua pun bergelora, detik demi detik, menit demi menit tapi gol kedua yang ditunggu tak kunjung datang, malah pasukan Harimau Malaysia mampu menyamakan kedudukan.

Serangan dari tuan rumah tak berhenti, umpatan dan cacian silih berganti menemani pertandingan. Wasit, hakim garis, pemain, pelatih lawan tak lepas dari hinaan dan umpatan.

Hingga beberapa gol yang diciptakan tak mendapat pengesahan makin tinggi tensi permainan makin gemes penonton. Pertandingan normal berakhir, perpanjangan waktu, dan akhirnya adu Tos-tos an dilakukan.

Disinilah mental diuji dan Garuda Muda terbukti belum mampu menunjukkan mental juara. Malaysia pulang ke kandang mereka dengan kepala tegak, kalungan medali Sea Games yang dirindukan oleh warga Indonesia selama 20 tahun dibawa ke Kuala Lumpur.

Ada apa sebenarnya? Kenapa Indonesia selalu kalah dengan Malaysia di partai puncak? Banyak yang beranalisis tentang masalah teknis seperti teknik, team work, mental dan lain-lain. Tapi saya mencoba menganalisis dengan cara lain...

Kenapa Indonesia tidak bisa mengalahkan Malaysia di GBK? Jawabannya adalah karena motivasi Indonesia untuk menang adalah motivasi kebencian dan dendam...

Seperti diketahui benci dan dendam adalah dua energi yang sangat NEGATIF. Maka begitu berkumpul di stadion yang penuh dengan aura kebencian dan dendam energi negatif itu terakumulasi besar sekali...!

Dan percaya atau tidak energi negatif itu akan menular ke dalam lapangan. Dan permainan pun kacau sekali, ditambah seluruh stadion yang menyumpah serapah i negara lawan.

Maka doa yang didasari oleh energi negatif tidak akan sampai dan diterima oleh Tuhan. Justru doa penonton Malaysia yang datang ke GBK dikabulkan. Kenapa? Karena mereka termasuk orang-orang yang teraniaya,sebagai tamu mereka bukannya dihormati tetapi malah disumpah-serapah.

Padahal mereka belum tentu salah, maka saat mereka berdoa meminta kemenangan, dengan cepat Tuhan mengabulkan. Doa orang-orang teraniaya lebih makbul.

Oleh karena itu marilah kita luruskan niat, saat pertandingan olahraga tidak perlu membawa kepentingan politik dan membawa kebencian di lapangan. Bertandinglah untuk menghibur, untuk mencapai prestasi karena ingin mengharumkan nama bangsa tanpa menginjak martabat bangsa lain....

Bukankah seorang pemenang sejati itu adalah mereka yang “Menang tanpa kesombongan dan kalah tanpa banyak alasan...”. Kompasiana

14 comments:

C L J said...

TERAMAT MENYETUJUI ANALISIS TERSENDIRI INI. SEMUGA IA BOLEH MENCETUS PANDANGAN BARU YANG KELAK MEMBAWA UDARA LEBIH NYAMAN DALAM JELIRA RASA BUAT MENYEMAK HATI YANG SEKIAN LAMA TERSESAT DALAM GELORA NAPSU UMMARAH. INSHAALLAH.

Anonymous said...

DARI LEBIH 250JUTA RKYT INDON HANYA
SEORG YG BERMATANG FIKIRAN YG LAIN GOBLOK
DTG MENGEMIS DIMSIA - TAPI HINA ORG MSIA , ANUAR PATUT DIBALING TAIK,,,SBB INI SEMUA TAIK NUAR SBB NUAR JUBOK TAIK

Anonymous said...

Gue amat setuju sama sekali....

PlaySafe said...

Alhamdulillah...ada jua org2 Indon yg msh mengunakan OTAK di kepala.

BajingAlas said...

Bravo...
Sangat setuju gan...

Anonymous said...

bukan mudah utk mengakui kesalahan...

Anonymous said...

harap kita maklum , tidak semua rakyat indon itu berfikiran cetek dan sempit , masih ada jutaan rakyat indon yg waras dan berfikir dengan akal waras seorang manusia !

masih ramai orang indon yg normal , yg bijak dan tahu berfikir, masih ramai rakyat indon yg tidak setuju dengan perbuatan dan sikap warga indon yg lain !!

tapi mereka ini sering tenggelam oleh perbuatan warga indon yg berperangai jelik , mereka ini tidak menonjol ,
apa yg kita lihat itu bukan sikap dan pendapat majoriti rakyat indon , maknanya tidak semua orang indon tu anti malaysia !

Anonymous said...

Saya setuju. Bukan semua, hanya sebagian kecil yg mungkin diupah oleh orang Malaysia sendiri. Siapa ya?

Anonymous said...

waduh....matang sekali diri mu memikirin tentang itu sukan politik dan ketuhanan syabas utk mu..tapi kenapa tidak semuanya seperti kamu.tuhan itu maha kaya cuma manusia tidak mahu memikirin..sombong ego last sekali di laknat oleh tuhan..

Anonymous said...

Negara besar rakyat bodoh, mungkin gambaran sebenar Republik Indonesia.

Anonymous said...

Baguslah begitu.....memang tk dpt dinafikan ada pertualang di belakang mereka yg membenci rakyat Malaysia....Jadi jgn terikut2 telunjuk mereka..jadilah warga yang bersahabat sesama Islam

Anonymous said...

sebagai rakyat malaysia, kita selalu merasa pelik dengan sikap rakyat negara jiran itu. tidak sedar perbuatan mereka itu di nilai oleh seluruh dunia. bukan hanya setakat rakyatnya, pemimpin dia yang ada kelulusan tinggi pun tak lari dari sikap begitu. memang tepat kalau saya katakan indonesia adalah negara yang mempunyai rakyat yang cepat sangat tunjuk rasa. cepat sangat bersatu jika melibatkan kebencian terhadap malaysia. tetapi jika sesama mereka, sikap rasis terhadap kaum berlainan tetap pulak unggul. adakah minang tak benci jawa? adakah bugis gemar sangat kat batak? apa hal pulak madura yang ditakuti? china pula lain hal, kalau china malaysia pendera amah Indon, china indon juga tak kurang kalah, mendera pekerja pribumi, malah menghina peribumi. dengan bersikap biadap terhadap malaysia, masalah indon tak akan selesai, malah dunia semakin memandang rendah terhadap negara ini kerana mempunyai rakyat yang tak rasional.

Anonymous said...

Rakyat malaysia dgn indonesia sama saja..kamu semua siapa, mahu menentukan dosa dan kebodohan org lain?..semua manusia di dunia ini masing2 punya dosa dan ksalahan termasuk kamu org malaysia yg pandai tapi di jajah sama bgsa china...cuma Tuhan yg tahu segalanya baik buruknya seseorg, bkn manusia yg tntukan tp yg Esa...

min said...

Salam,
Sebagai Rakyat Malaysia, saya tidak pernah membenci atau menghina WNI, ramai warga kalian di Malaysia hidup senang lenang, cuma segelintir dalam kesusahan kerana mereka ilegal dan ditipu agen. Syukur pada Allah s.w.t masih ada WNI yang memahami dan tidak membenci seperti Tuan punya blogger ini. Kadang-kadang rasa pelik dengan sikap WNI yang asyik marah-marah pada malaysia tapi saya tanamkan fikiran bahawa tidak semua WNI itu bersikap "Jahat". Saya ada 2 TKW di pejabat dan mereka sudah bekerja hampir 8 tahun dengan saya, mereka hidup senang dan sekarang salah seorang TKW sudah punya rumah besar di kampungnya iaitu Padang. Mereka pun kesal perbuatan begitu kerana mereka tahu tidak semua orang Malaysia itu jahat dan hanya segelintir sahaja yang jahat dan telah diperbesar-besarkan oleh Media Indonesia. Terima Kasih pada Tuan punye Blogger yang sangat memahami dan saya doakan agar kita sama sama berbaik sangka. salam dari Malaysia.